Kamis, 24 September 2009

Program Studi Meteorologi (S1

Untuk dua dekade ke depan diproyeksikan akan terjadi kenaikan temperatur bumi sebesar 6.5oC. Kenaikan tersebut akan mengakibatkan semakin seringnya kejadian cuaca ekstrim seperti kekeringan, gelombang panas dan banjir (IPCC, 2007)".
Program Studi Meteorologi yang didirikan tahun 1998, saat ini merupakan salah satu program studi di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Sejak dibentuknya sampai sekarang Program Studi Meteorologi ITB merupakan satu-satunya pendidikan di Indonesia yang mengakomodasi dasar-dasar mengenai dinamika cuaca dan iklim di daerah tropis.

Program Studi Meteorologi yang merupakan Program Sarjana dengan masa studi empat tahun akan memberikan pemahaman yang lengkap mengenai sistem cuaca dan iklim bumi mulai dari atmosfer di atas permukaan bumi dan laut hingga lapisan atmosfer atas. Selain itu, program studi meteorologi mempelajari konsepsi cuaca dan iklim secara lengkap serta dampak-dampak perubahan iklim.

Program Studi Meteorologi ITB telah banyak menjalin kerjasama dengan berbagai instansi/institusi pemerintah dan swasta baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti LAPAN, Badan Meteorologi dan Geofisika, Tohoku University, Universitas Tokyo, PT. Rekayasa Industri, BPPT, Departemen Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Departemen Pertanian, BAPPENAS, LIPI, dll. Serta dengan Lembaga Swadaya Masyarakat seperti WALHI, WWF, Greenpeace dan Pelangi.Isu yang berkembang saat ini menjadi bagian yang dipelajari di program studi meteorologi ini. Diantara isu tersebut adalah perubahan iklim global (global climate change).

Perubahan iklim global terjadi akibat pemanasan global yang terjadi sebagai implikasi dari kenaikan konsentrasi karbondioksida (CO2) di atmosfer. Pemanasan global menyebabkan peningkatan temperatur dan kenaikan muka laut yang merupakan ancaman terbesar di dunia ini.Sejak 400.000 tahun yang lalu, telah diproyeksikan adanya kenaikan temperatur hingga 1,5 (derajat celcius) dan 6,5 (derajat celcius) di masa yang akan datang. Peningkatan temperatur tersebut akan memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan manusia, terutama meningkatnya kejadian cuaca ekstrim seperti badai tropis, gelombang panas di Eropa, kekeringan dan banjir . Proyeksi temperatur ini dikaji dalam beberapa kuliah di program studi meteorologi.

Upaya-upaya mengatasi dampak negatif tersebut akan sangat diperlukan terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Namun, upaya-upaya tersebut baru dapat dilakukan dengan tepat apabila kita memahami sistem iklim bumi secara keseluruhan. Oleh karena itu pemahaman mengenai sistem cuaca dan iklim bumi menjadi sangat penting dan vital.

Program Studi Meteorologi juga mengembangkan pemodelan fisis dan dinamis atmosfer, sehingga memudahkan dalam mempelajari fenomena alam tersebut untuk berbagai kepentingan, baik untuk kepentingan penelitian maupun untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

Informasi lebih lengkap silakan download brosur file pdf : Meteorologi FITB ITB

Lowongann kerja Meteorologi Terbaru

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adalah Lembaga Pemerintahan Non Departemen yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 558.F/M.PAN/7/2009 tanggal 10 Juli 2009 BMKG pada Tahun Anggaran 2009 membuka kesempatan bagi putra putri terbaik Bangsa untuk menjadi Pegawai BMKG melalui Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III dan Golongan II

A. FORMASI YANG DIBUTUHKAN:

Image

Image

B. KETENTUAN MELAMAR

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia : -minimal 18 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 -maksimum 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2009
  3. Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan Pengadilan Negeri yang mempunyai kekuatan hukum tetap, dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
  4. Memiliki kartu pencari kerja (Kartu Kuning) yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja.
  5. Berbadan sehat, dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani yang dikeluarkan oleh Dokter Pemerintah.
  6. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/Calon anggota TNI/POLRI serta anggota TNI/POLRI.
  7. Memiliki surat tanda lulus PTT bagi pelamar Kualifikasi Kedokteran Umum.
  8. Bersedia ditempatkan di seluruh UPT BMKG di seluruh wilayah NKRI sesuai formasi yang ada.

C. KETENTUAN PENDAFTARAN

  • Penerimaan Surat Lamaran
    • Pendaftaran dibuka pada hari kerja mulai tanggal 14 September sampai dengan 5 Oktober 2009 secara serentak di lokasi pendaftaran
    • Surat Lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditandatangani sendiri oleh pelamar ditujukan kepada Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dengan alamat Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat.
    • Berkas Lamaran diajukan sendiri oleh peserta di tempat Lokasi Pendaftaran dengan mengisi Formulir Pendaftaran dan menerima Nomor Peserta Seleksi.
    • Bagi yang pernah mengajukan lamaran ke BMKG, agar mengulangi lamarannya sesuai dengan persyaratan dalam pengumuman ini.
    • Dalam lamaran harus menyebutkan jabatan yang dilamar.
  • Surat Lamaran Dilengkapi dengan :
    • Pas Photo terbaru berwarna dengan ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar (cantumkan nama dibelakang).
    • Foto copy KTP yang masih berlaku.
    • Foto copy ijazah S.1/ D III / D I sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan dan berikut transkrip yang sudah dilegalisir oleh Dekan/ Ketua Sekolah Tinggi dari Perguruan Tinggi yang terakreditasi
    • Foto copy Kartu Tanda Pencari Kerja (Kartu Kuning) yang masih berlaku dari instansi Tenaga Kerja
    • Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani yang dikeluarkan oleh Dokter Pemerintah
    • Surat Pernyataan yang telah diisi dan ditandatangani di atas materai seperti terlampir
  • Surat lamaran beserta lampiran disusun rapih dan disatukan dengan penjepit sesuai urutan ketentuan butir 2 di dalam map Warna Kuning untuk S.1, warna hijau untuk D.III dan warna merah untuk D.I dengan mencantumkan jurusan pendidikan dan nama jabatan yang di lamar pada sudut kiri atas map.

D. TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI

Seleksi dilakukan secara bertahap dengan sistem gugur sebagai berikut :

  • Seleksi Administrasi pada saat pendaftaran
  • Seleksi Akademik terdiri dari materi:
    • TKD (Tes Kompetensi Dasar) :
      -TPU(Tes Pengetahuan Umum)
      -TBS(Tes Bakat Skolastik)dan;
    • TKB(Tes Kompetensi Bidang)/Subtantif
      -TSK(Tes Skala Kematangan)
  • Lokasi pelaksanaan seleksi dapat dilihat di tempat pendaftaran dan website BMKG.
    (http://www.BMKG.go.id )
  • Keputusan panitia bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

E. LAIN-LAIN

  • Nama peserta yang lulus seleksi akademik akan diumumkan melalui website BMKG (http://www.BMKG.go.id) dan papan pengumuman di lokasi seleksi.
  • Seleksi masuk CPNS BMKG tidak dipungut biaya.
  • Peserta yang dinyatakan lulus seleksi wajib menunjukkan ijazah asli pendidikan terakhir untuk diperiksa, dan menyerahkan dokumen asli berupa SKCK dan surat keterangan bebas narkoba dari Dokter Pemerintah. Dokumen tersebut harus dibuat setelah tanggal 1 Oktober 2009
  • Lokasi Pendaftaran dan Seleksi dapat dilihat dalam Lampiran.
  • Bagi mereka yang dinyatakan lulus seluruh tahapan seleksi tetapi mengundurkan diri, wajib mengganti biaya yang telah dikeluarkan sebesar Rp. 10.000.000,-(sepuluh juta rupiah)

What is Meteorologi

Apa yang terbayangkan jika teman-teman mendengar kata Meteorologi? Ilmu tentang meteor? Tentu saja bukan. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan gejala-gejalanya, yang terkait dengan komponen bumi yang berupa gas atau biasa disebut udara.

Seringkali kita bingung dan tidak menemukan alasan kenapa cuaca tiba-tiba berubah, dari panas menjadi hujan, atau kenapa turun salju, dsb. Hal ini yang akan teman-teman pelajari di program studi Meteorologi. Teman-teman tentunya mengetahui cuaca dan iklim dapat sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Contohnya saja petani menentukan musim panen dengan melihat cuaca dan iklim, pengetahuan ini sudah diketahui oleh nenek moyang kita sejak lama. Namun, banyak yang tidak dapat menjelaskan hal tersebut secara ilmiah. Dengan adanya ilmu meteorologi, hal itu dapat dijelaskan secara logis. Gejala-gejala alam lainnya seperti puting beliung, angin topan, dsb juga akan dipelajari pada program studi Meteorologi. Tidak hanya mempelajari mengapa bencana alam tersebut terjadi, namun juga mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menanggulangi dan meminimalisir dampak dari bencana alam tersebut.

Lalu bagaimana keterkaitan ilmu meteorologi dengan ilmu-ilmu lainnya. Tentu saja banyak sekali, misalnya dengan ilmu Arsitektur. Dengan pengetahuan para ahli meteorologi, maka para arsitek di dapat mendesain bangunan-bangunan sesuai dengan kondisi iklimnya. Di Eropa sebagai contoh, karena sering terjadi salju bahkan badai, maka bangunan-bangunan atapnya dibuat dengan kemiringan yang besar agar salju yang tidak sempat menumpuk di atas tetapi cepat meluncur ke bawah. Contoh lainnya adalah desain rumah di Jepang. Ternyata penggunaaan bahan baku kayu sebagai bahan utama rumah-rumah di Jepang juga disesuaikan dengan kondisi iklim dan cuaca di sana. Karena sering terjadi gempa, maka material terbaik yang dapat digunakan adalah kayu, karena kayu cenderung akan lebih lentur.

Selain itu pada program studi Meteorologi, teman-teman juga akan belajar beberapa perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk memprediksi cuaca, dan ilmu-ilmu yang terkait tentang itu.

Prospek Kerja

Pada prinsipnya, kompetensi lulusan Meteorologi adalah memprediksi dan mengetahui bagaimana kecenderungan gejala-gejala cuaca dan keterkaitannya dengan kehidupan manusia. Beberapa bidang dan instansi yang bisa dimasuki oleh sarjana Meteorologi adalah sebagai berikut :

  • Instansi Pemerintahan
    • Khususnya di Badan Meteorologi dan Geofisika, BPPT, dan institusi sejenis. Sarjana Meteorologi sangat dibutuhkan untuk melakukan analisis terhadap cuaca dan membuat prakiraan cuaca. Disamping itu menjadi dosen Meteorologi di Perguruan Tinggi Negri, menjadi peneliti di LIPI dan RISTEK.
  • Akademisi
    • Menjadi staff pengajar di perguruan tinggi negeri maupun swasta
  • Peneliti
    • Menjadi peneliti di institusi-institusi dan badan riset pemerintah maupun swasta
  • Pertanian
    • Bidang pertanian merupakan bidang yang paling banyak membutuhkan ilmu Meteorologi, seorang sarjana Meteorologi dapat menjadi analis di bidang ini.
  • Industri
    • Sarjana Meteorologi dapat menjadi ahli atau konsultan dalam membuat alat-alat yang terkait dengan bidang Meteorologi.